Selasa, 09 Desember 2025 — SMPN 1 Wulandoni kembali menunjukkan kuatnya kebersamaan antara sekolah dan masyarakat. Di tengah maraknya isu guru dan sekolah yang kerap dilaporkan hanya karena persoalan sepele di berbagai tempat, suasana berbeda terlihat di lingkungan sekolah ini. Para orang tua/wali siswa bersama komite sekolah justru menunjukkan rasa hormat, kepercayaan, dan kepedulian yang tinggi terhadap pihak sekolah dan para guru.
Pada hari tersebut, komite sekolah bersama orang tua/wali siswa melaksanakan kegiatan gotong royong membangun pagar sekolah. Kegiatan ini merupakan program resmi komite yang sebelumnya telah disepakati bersama dalam pertemuan orang tua/wali siswa. Mereka hadir secara sukarela dan penuh antusias, membawa alat kerja serta bahan yang mereka swadayakan sendiri sebagai bentuk dukungan bagi lembaga pendidikan tempat anak-anak mereka belajar.
Pembangunan pagar sekolah ini tidak hanya berfungsi sebagai pelindung fisik, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian orang tua terhadap terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan tertata. Melalui swadaya ini, orang tua menunjukkan bahwa mereka merasa memiliki sekolah dan ingin mengambil bagian dalam upaya meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan.
Ketua komite Gabriel Ato menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi yang lahir dari semangat kebersamaan. “Kami percaya para guru sudah melakukan tugas terbaik untuk mendidik anak-anak kami. Maka sudah sewajarnya kami mendukung melalui tenaga dan swadaya agar sekolah menjadi tempat yang lebih baik,” ungkapnya.
Para guru pun merasa sangat dihargai dan tersentuh oleh semangat kebersamaan tersebut. Kehadiran orang tua tidak karena keluhan atau masalah, tetapi untuk membantu dan memperkuat kerja sekolah. Hal ini menjadi energi positif bagi seluruh tenaga pendidik dalam menjalankan tugas mereka.
Melalui kegiatan gotong royong ini, tercermin nilai-nilai kekeluargaan, solidaritas, serta kuatnya hubungan antara sekolah dan masyarakat. Pagar yang dibangun hari ini menjadi simbol persatuan, kepedulian, dan komitmen bersama dalam memajukan pendidikan di kampung.
Semoga semangat kolaborasi ini dapat terus tumbuh dan menjadi teladan bahwa pendidikan akan semakin kuat bila didukung oleh semua elemen: sekolah, orang tua, dan masyarakat.